

CAROLINE GUNAWAN (28) , atau yang lebih dikenal dengan nama Alena, mengakui, merintis karier dari bawah begitu sulit. Suara emasnya memang berhasil membawanya ke ajang komperisi menyanyi tingkat internasioal, seperti Asia Bagus di Malaysia dan Olimpiade Paduan Suara di Austria bersama grup kenamaan Elfa’s Singers. Namun, sukses sebagai penyanyi solo dia tanah air justru masih harus dikejarnya dengan susah payah. Kegagalan album pertama (Alena, 2002), sempat membuatnya patah hari, tetapi tidak patah arang.
MENGAPA ALBUM PERTAMA ANDA KURANG SUKSES?
Kurang promosi. Saya dan perusahaan rekaman waktu itu sama-sama orang baru di industri musik. Kami belum punya jejaring.
HAL ITU MEMBUAT ANDA MEMILIH JALUR INDIE UNTUK ALBUM KEDUA?
Ya. Di album kedua (Seindah Diriku, 2008), saya menyusun strategi manajemen, produksi, sampai promosi album, dibantu suami dan teman-teman. Kami berhasil menjalin jejaring. Untuk menjadi penyanyi sukses, memang tidak cukup hanya punya suara bagus. Diperlukan juga jiwa wirausaha, di situlah seninya indie.
ANDA SEMPAT DIKENAL SEBAGAI PENYANYI MANDARIN, YA?
Betul. Dulu saya sempat menolak image itu, karena ingin meraih pasar yang lebih luas. Sampai-sampai, ketika promosi album pertama, wajak oriental saya selalu di make-up sedemikian rupa hingga mata saya terlihat lebih besar. Tetapi, waktu saya mengeluarkan single Lavender yang berbahasa Mandarin, sambutannya ternyata sangat positif. Ditambah lagi, saya ditawari untuk menjadi presenter dan acara-acara lain yang berbau oriental. Akhirnya saya menyadari, rezeki justru mengalir ketika saya menjadi diri sendiri.
PROFESI PRESENTER IKUT MENDONGKRAK POPULARITAS?
Betul. Padahal awalnya, tawaran untuk menjadi presenter saya ambil untuk mengusir demam panggung. Saya hanya menerima job sebagai presenter teve. Untuk kediatan off-air, saya lebih memilih menyanyi.
APA STRATEGI ANDA UNTUK MERAIH PASAR YANG LEBIH LUAS?
Saya siap ’mendengarkan’ pasar, dan mentransformasi diri tanpa harus kehilangan ciri khas saya. Saya ingin meniru kiat Madonna dan Mariah Carey. Keduanya selama ini survive karena musik mereka trendi mengikuti zaman. Meski begitu, mereka tetap bisa mempertahankan ciri khas pribadinya sebagai penyanyi.
APA CIRI KHAS ANDA YANG INGIN DIPERTAHANKAN ITU?
Banyak fans yang bilang, saya punya suara angelis, unik, tipis, dan halus. Itu yang akan saya tonjolkan.
APA SISI LAIN ANDA YANG TAK BANYAK ORANG TAHU?
Saya kutu buku sejati. Hidup daya terinspirasi oleh bacaan, makanya saya merasakan benar pentingnya membaca bagi anak-anak. Saya beberapa kali pergi ke daerah Senen, Jakarta, untuk menyumbangkan buku bagi sekolah gratis di sana. Dengan bantuan facebook, saya bisa mengumpulkan lebih banyak sumbangan dari teman-teman.
(oleh Primarita S. Smita)
